 |
| Dicomot paksa dari Om Google |
Aku paham dengan hatiku sekarang. bahwa terkadang mencintai itu lebih menyakitkan, hingga kalimat yang selalu terngiang di indra dengarku bahwa “milikilah hati seseorang yang mencintaimu dengan tulus, ikhlas, bukan mempertahankan hati yang kau cintai tapi tak pernah engkau miliki.”
Saya sadar dengan sesadar-sadarnya, hati yang pernah kumiliki itu selalu ada hingga kini, bahkan mungkin takkan lekang oleh waktu aku ingin menyayanginya. Namun, perasaan yang tersisa itu hanyalah sebentuk perasaan menyayangi seorang adik pada kakaknya.
IKHLAS??
Ya. aku sangat ingin meraih kata itu. bukan hanya sekadar kata yang selalu terucap dibibirku ketika saya harus melihat bahkan menyaksikan peristiwa yang bagi sebagian kekasih lainnya akan merasakan gempa seketika bagi ruh dan raganya. Namun, Kata IKHLAs berhasil menuntunku agar berani menerima risiko mencintai kekasih. Bukankah mencintai itu bukan hanya untuk diberi semata? tapi, untuk memberi cinta dengan melihat kebahagiaan mereka. Dan, prinsip sepertilah itu yang selalu tertanam di logikaku hingga kini.